Achmad Fauzan
Penulis
|
Muklis
Editor
DEPOK, HARIANEXPRESS – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok memperkuat kolaborasi bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo melalui kegiatan Leaders Forum. Acara strategis ini bertujuan meningkatkan jangkauan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di wilayah Kota Depok. Kegiatan penting tersebut berlangsung pada Minggu (15/2/2026).
Langkah tersebut merupakan wujud nyata komitmen lembaga dalam memberikan rasa aman kepada para buruh. Pihak penyelenggara memilih The Margo Hotel sebagai lokasi pertemuan para petinggi perusahaan tersebut. Forum ini mengusung tema Sinergi untuk Perlindungan Pekerja sebagai fokus utama pembahasan antar pemangku kepentingan.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menghadiri langsung acara ini guna memberikan dukungan penuh pemerintah daerah. Kehadiran beliau menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi kota. Pemerintah Kota Depok ingin memastikan setiap warga yang bekerja memiliki payung hukum serta jaminan finansial yang memadai.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok Novarina Azli menekankan betapa krusial sinergi antara pemerintah serta dunia usaha. Menurut beliau kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama untuk memperluas cakupan peserta program jaminan sosial. Novarina mengajak para pengusaha dalam wadah Apindo untuk lebih peduli terhadap hak dasar para karyawan mereka.
“Perlindungan pekerja merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi strategis ini, kami ingin memastikan semakin banyak pekerja di Kota Depok memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan yang layak,” kata Novarina Minggu (14/2/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada data kepesertaan yang masih menunjukkan tantangan besar bagi semua pihak. Berdasarkan catatan resmi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok per tanggal 31 Desember 2025 terdapat total 1 juta penduduk yang bekerja. Namun saat ini baru sekitar 342 ribu orang atau setara 34.13 persen yang sudah terdaftar dalam program perlindungan.
Data tersebut menunjukkan adanya selisih yang sangat lebar dalam jangkauan proteksi tenaga kerja. Terdapat lebih dari 660 ribu pekerja di Kota Depok yang masuk dalam kategori potensial untuk mendapatkan perlindungan. Angka ini mencakup para pekerja dari berbagai sektor mulai dari Penerima Upah hingga para pekerja sektor Jasa Konstruksi.
Novarina memaparkan rincian kontribusi lembaga dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat selama setahun terakhir. BPJS Ketenagakerjaan Depok sukses menyalurkan manfaat klaim dengan total nilai mencapai Rp743 miliar. Dana besar tersebut mengalir kepada para peserta melalui total 45 ribu pengajuan klaim sepanjang tahun 2025.
Penyaluran klaim tersebut mencakup berbagai jenis program manfaat utama bagi para peserta. Program pertama adalah Jaminan Hari Tua yang membantu pekerja menyiapkan masa pensiun mereka dengan tenang. Program kedua yakni Jaminan Kecelakaan Kerja yang menanggung biaya pengobatan tanpa batas jika terjadi risiko saat bekerja.
Selain itu terdapat program Jaminan Kematian yang memberikan santunan tunai kepada ahli waris peserta. Program Jaminan Pensiun juga memberikan pendapatan bulanan secara berkala bagi mereka yang memasuki usia tua. Terakhir ada program Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang memberikan bantuan modal serta pelatihan bagi pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja.
Manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berhenti pada para pekerja itu sendiri namun juga menjangkau generasi masa depan. Lembaga telah memberikan beasiswa pendidikan kepada 1.563 anak dari para pekerja yang mengalami risiko sosial. Nilai total beasiswa tersebut mencapai angka Rp7.2 miliar sebagai upaya menjaga keberlanjutan pendidikan anak bangsa.
“Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan Depok telah menyalurkan manfaat klaim sebesar Rp743 miliar melalui 45 ribu klaim yang mencakup Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Pensiun, serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Selain itu, manfaat beasiswa juga diberikan kepada 1.563 anak pekerja dengan total nilai mencapai Rp7,2 miliar,” ujarnya.
Forum komunikasi ini menjadi wadah diskusi yang sangat produktif bagi pemerintah serta para pelaku usaha. Semua pihak berupaya mencari jalan keluar terbaik agar visi pembangunan Kota Depok yang inklusif dapat terwujud segera. Kesepakatan dalam forum ini akan mendorong terciptanya ekosistem kerja yang lebih produktif serta menyejahterakan buruh.
BPJS Ketenagakerjaan terus mempertegas komitmen mereka dalam memperluas jaring pengaman sosial bagi masyarakat luas. Fokus utama mereka adalah mewujudkan lingkungan kerja yang aman sehingga produktivitas nasional dapat meningkat secara signifikan. Hal ini sejalan dengan cita cita besar untuk menuju visi Depok Maju pada masa mendatang.
Perhatian khusus juga mengarah kepada para pekerja yang beraktivitas dalam sektor informal atau Bukan Penerima Upah. Saat ini tercatat sekitar 35.51 persen pekerja di Kota Depok berada pada sektor yang tergolong cukup rentan tersebut. Kelompok ini membutuhkan perhatian lebih serta kerja sama dari semua pihak termasuk dukungan dari organisasi Apindo Depok.
Sektor informal mencakup para pedagang kecil serta pengemudi ojek hingga para pekerja mandiri lainnya. Mereka sering kali tidak memiliki kepastian penghasilan namun tetap menghadapi risiko kerja yang sama beratnya dengan buruh pabrik. Sinergi dengan Apindo diharapkan mampu mendorong kesadaran mengenai tanggung jawab sosial lingkungan di kalangan pengusaha.
“Sekitar 35.51 persen pekerja di Kota Depok berada pada sektor informal yang tergolong rentan, sehingga membutuhkan peran serta dan sinergi dari semua pihak, tidak hanya dari pemerintah daerah, namun juga dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Apindo Depok untuk memperluas cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus dapat melindungi para pekerja menuju Depok maju dan sejahtera,” tukasnya.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh tim BPJS Ketenagakerjaan. Beliau menilai bahwa kolaborasi aktif dengan dunia usaha akan membawa dampak positif bagi stabilitas ekonomi daerah. Kesejahteraan pekerja yang terjamin akan mengurangi beban sosial pemerintah jika terjadi situasi darurat pada masa depan.
Kerja sama yang erat ini akan mempermudah proses edukasi mengenai pentingnya asuransi sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Para pengusaha yang tergabung dalam Apindo memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi bagi ribuan perusahaan di Depok. Mereka bisa mendorong anggotanya untuk selalu patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan yang berlaku saat ini.
Pihak BPJS Ketenagakerjaan juga berjanji untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para peserta melalui inovasi teknologi. Penggunaan aplikasi digital akan memudahkan proses pendaftaran serta pengajuan klaim tanpa harus mengantre lama di kantor cabang. Kemudahan akses layanan menjadi faktor penentu dalam meningkatkan kepuasan para pekerja terhadap program pemerintah.
Dengan sinergi yang makin kuat antara BPJS Ketenagakerjaan serta Apindo maka perlindungan menyeluruh bukan lagi sekadar impian. Seluruh elemen masyarakat di Kota Depok kini bergerak bersama untuk menciptakan standar hidup yang lebih layak. Harapannya angka kemiskinan baru akibat hilangnya pendapatan pekerja dapat ditekan seminimal mungkin melalui sistem jaminan sosial yang kuat.
Acara Leaders Forum ini menutup rangkaian diskusi dengan optimisme tinggi dari seluruh peserta yang hadir. Mereka sepakat bahwa kesejahteraan buruh adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan bisnis itu sendiri. Perlindungan sosial yang baik akan menciptakan rasa memiliki serta loyalitas yang tinggi dari karyawan terhadap perusahaan mereka masing masing.
