Yanuar Z.
Penulis
|
Muklis P.
Editor
DEPOK, HARIANEXPRESS — Puluhan penggiat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, merayakan kegiatan Tasyakuran Milad ke-5 yang berlangsung meriah di Aula Kelurahan Pondok Petir, Sabtu (31/1/2026).
Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga selesai, mengangkat tema “5 Tahun Bertransformasi, dari Lokal ke Digital, Maju dan Berdaya”.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang bergema dinyanyikan bersama seluruh pengurus, penggiat UMKM dan undangan dari berbagai kalangan pemerintahan serta komunitas wirausaha.
Ketua Panitia, Netty Riantini, memberi sambutan hangat tentang perjalanan lima tahun UMKM Pondok Petir yang kini tumbuh sebagai komunitas pengusaha kreatif dan peluang go digital. Netty menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perkembangan UMKM sejak awal hingga kini.
Ketua Umum UMKM Kelurahan Pondok Petir, Adam Muhammad Putra Perdana, S.Psi ikut memberi sambutan dengan menekankan pentingnya langkah strategis dalam membangun ekosistem UMKM. Adam, yang tercatat sebagai Ketua Pengurus Harian UMKM Pondok Petir, mengusulkan harapannya akan adanya keberadaan lokasi khusus sebagai sentra oleh-oleh UMKM khas Kota Depok, khususnya dari kawasan Pondok Petir.
Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Lurah Pondok Petir Rengga Nugraha Rojali, S.STP., Sri Rezeki selaku Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan (Kasi Kemas), Rostiana Abriyani, S.Pd.I. sebagai Penasehat UMKM Pondok Petir, Ipnu Subroto, S.AP., M.M., selaku Penasehat UMKM Pondok Petir, Andi Nur Aminah, SE., Ketua UMKM Bojongsari Maju Bersama, Euis Rahmawati, S.Pt., Penasehat UMKM Bojongsari Maju Bersama, Hidayah Rima Yurnawati, SE. Ketua IPEMI PC Bojongsari, Siti Masitoh dari PEKKA Kelurahan Pondok Petir, Zaelani Ketua KTNA Bojongsari dan banyak tokoh tamu undangan lainnya.
Sebelum memasuki sesi inti, do’a bersama dipimpin Bunda Euis Rahmawati, S.Pt untuk keselamatan dan keberlanjutan usaha pelaku UMKM Pondok Petir.
Salah satu puncak acara adalah sesi berbagi pengalaman dan tanya jawab oleh Bpk Ipnu Subroto, S.AP., M.M., beliau menceritakan perjalanan awalnya merintis usaha MUMUD STORE yang ditekuninya setelah mengalami masalah investasi online. Dari pengalaman tersebut, beliau beralih fokus memasarkan beragam produk UMKM dan cireng Brecxelle secara langsung dan digital.
Berkat strategi pemasaran digital ini, produk yang beliau pasarkan telah menjangkau pulau Jawa, Sumatera, bahkan kini tengah berproses untuk ekspor ke Maldives.
Ipnu Subroto juga menekankan pentingnya memiliki website dan akun media sosial resmi sebagai rumah digital, untuk mendukung penetrasi pasar yang lebih luas dan kredibilitas usaha di era digital.
Pengusaha UMKM lainnya yang turut berbagi kisah adalah Neneng Sahidah, produsen cireng Brecxelle. Ia mengungkapkan bagaimana awalnya usaha kecil yang dijalankan bersama keluarganya itu berkembang hingga 100 bungkus per hari. Milestone ini menjadikannya dan keluarga fokus penuh pada usaha kuliner yang kini telah dikenal luas.
Sementara itu, Ibu Hidayah Rima Yurnawati, SE (Peraih Penghargaan Wanita Inspiratif 2025) berbagi pengalamannya dalam bidang fashion. Dari kegemarannya bersama sang Ibu menggabungkan mix-n-match pakaian, Rima menciptakan batik khas Depok dengan motif batik gong si bolong dan buah belimbing. Ia mengajak pelaku UMKM Pondok Petir untuk tidak hanya fokus pada kuliner tetapi juga mengembangkan potensi besar di industri fashion.
Acara juga menampilkan kisah inspiratif dari Bunda Rahma, yang menempuh perjalanan karier panjang dari pekerja kantoran hingga membuka usaha toko pakaian di Pondok Petir. Karena masalah kesehatan serius, ia memilih untuk beralih ke usaha pijat refleksi yang terbukti ampuh dalam prose kesembuhan akan penyakitnya. Hal ini pula yang kemudian menjadikan usaha pijat refleksinya berkembang pesat hingga memiliki beberapa cabang.
Ragam acara menarik semakin memeriahkan event tahunan ini. Ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur, penyerahan door prize, buku, voucher, dan souvenir bagi peserta dan pelaku UMKM yang hadir. Dilanjutkan dengan sesi demonstrasi bersama Senam Yama Indonesia yang dipandu oleh instruktur Kang Reiza Kurniawan, semakin memeriahkan suasana kebersamaan.
Sebagai penutup tasyakuran tersebut, Lurah Pondok Petir, Rengga Nugraha Rojali, S.H., memberi kata penutup dengan harapan UMKM Pondok Petir terus mengembangkan inovasi dan mampu menembus pasar ekspor, memperkuat status Kampung 1.000 UMKM sebagai ikon pemberdayaan ekonomi lokal yang berdaya saing nasional dan internasional.
