Jumat, 25 September 2026
Hot

Depok Dukung Pengembangan Kawasan Wisata Religi Masjid At-Thohir

Disporyata Depok mengapresiasi ekspansi kawasan wisata religi Masjid At-Thohir dengan fasilitas baru seperti Museum Peradaban Islam dan hotel, bertujuan dongkrak sektor pariwisata daerah.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menyambut positif pengembangan kawasan wisata religi Masjid Jami’ At-Thohir, yang akan dilengkapi Museum Peradaban Islam. Kamis (09/07/2026)

Inisiatif ini diharapkan meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisatawan Depok.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah Yayasan Mochammad Thohir yang mengelola destinasi berbasis religi tersebut.

Eko Herwiyanto menilai, penambahan Museum Peradaban Islam, fasilitas pendukung, serta rencana pembangunan hotel akan menjadi nilai tambah signifikan bagi kawasan tersebut.

Article ad in the middle of article

“Kami dari Disporyata sangat mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Yayasan Mochammad Thohir yang mengelola kawasan destinasi wisata berbasis religi ini,” ujar Eko Herwiyanto (Kepala Disporyata Kota Depok) usai Peluncuran Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) di Masjid Jami’ At-Thohir, Kamis (09/07/26).

Selain pengembangan fasilitas, Disporyata juga menyoroti pentingnya peningkatan aksesibilitas menuju Masjid Jami’ At-Thohir, sesuai harapan pengelola kawasan.

Pemerintah Kota Depok akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk penyediaan akses transportasi, baik dalam skala kota maupun antarkota, termasuk kemungkinan terkait LRT.

Untuk program yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pemkot Depok akan menempuh mekanisme yang berlaku demi mengakomodasi kebutuhan pengembangan wisata ini.

“Terkait harapan dukungan dari Pemerintah Kota Depok, tadi ada akses transportasi, baik dalam skala kota maupun antarkota, termasuk mungkin terkait LRT dan sebagainya. Tentu kami tidak bisa sendiri, kami akan berkoordinasi dengan perangkat daerah lain,” jelas Eko Herwiyanto (Kepala Disporyata Kota Depok) di Depok, Kamis (09/07/26).

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa konsep Pariwisata Ramah Muslim bukan bertujuan membatasi, melainkan menghadirkan pelayanan aman dan nyaman.

Hal tersebut disampaikannya pada Peluncuran Bersama Pariwisata Ramah Muslim Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT).

“Pariwisata Ramah Muslim bukan berarti membatasi wisata, melainkan menghadirkan pelayanan yang memberikan rasa aman, nyaman, mudah, dan berkualitas bagi wisatawan, khususnya wisatawan muslim, melalui penyediaan fasilitas ibadah, jaminan produk halal, kebersihan, keramahan, hingga pelayanan yang sesuai dengan nilai-nilai universal,” ujar Chandra Rahmansyah (Wakil Wali Kota Depok) di Masjid Jami’ At-Thohir, Kamis (09/07/26).

Chandra menyebut, pembangunan sektor pariwisata kini berfokus pada peningkatan kualitas destinasi, pelayanan, tata kelola berbasis data, serta penguatan kolaborasi pemangku kepentingan.

Ia juga menyambut baik peluncuran repositori data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat sebagai langkah mewujudkan tata kelola pariwisata yang terukur dan transparan.

Depok, sebagai kota penyangga Ibu Kota dan gerbang Jawa Barat, memiliki potensi besar mengembangkan berbagai sektor pariwisata, mulai dari religi, budaya, pendidikan, olahraga, hingga ekonomi kreatif.

Kehadiran Masjid Jami’ At-Thohir sebagai lokasi peluncuran menjadi simbol bahwa nilai religius dapat berjalan beriringan dengan kemajuan pariwisata.

Pemerintah Kota Depok mendukung penuh program Pariwisata Ramah Muslim yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dinilai kunci dalam membangun ekosistem pariwisata berkualitas.

Berbagai program seperti peningkatan kapasitas SDM, percepatan sertifikasi halal, penataan destinasi, dan promosi bersama diharapkan dapat membuka peluang usaha dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Article ad after last paragraph