HARIANEXPRESS, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menargetkan pembangunan Flyover Margonda dan Underpass Citayam mulai direalisasikan pada 2027. Rabu (2/9/2026)
Langkah ini merupakan upaya mengurangi kemacetan di dua kawasan strategis tersebut.
Wali Kota Depok Supian Suri berharap pembangunan Flyover Margonda dapat memasuki tahap peletakan batu pertama pada 2027.
Sementara itu, pembangunan Underpass Citayam masih bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan di wilayah Kota Depok dan Kabupaten Bogor.
Kedua proyek infrastruktur ini melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kabupaten Bogor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menyatakan Pemkot Depok akan menangani pembangunan Flyover Margonda.
Sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat direncanakan menangani pembangunan fisik Underpass Citayam.
Supian Suri menyoroti Flyover Margonda yang relatif lebih siap karena konstruksi direncanakan menggunakan koridor jalan yang sudah tersedia.
Hal ini berbeda dengan pembangunan Underpass Citayam yang membutuhkan sejumlah bidang tanah milik masyarakat.
Pemkot Depok dan Pemkab Bogor telah berkoordinasi untuk menyiapkan pembebasan lahan sesuai wilayah administrasi masing-masing.
Supian berharap proses tersebut dapat dipercepat agar pembangunan fisik underpass tetap dapat dimulai pada 2027.
Flyover Margonda dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di kawasan Simpang Margonda-Juanda.
Kawasan tersebut merupakan salah satu titik dengan volume kendaraan tinggi di pusat Kota Depok.
Berdasarkan kajian Pemkot Depok, kondisi lalu lintas Jalan Margonda pernah berada pada Level of Service (LoS) Grade E.
Tingkat ini menggambarkan arus lalu lintas mendekati kondisi jenuh. Desain yang sebelumnya dipaparkan Dinas PUPR Kota Depok mencakup jalan layang utama sepanjang sekitar 460 meter di koridor Margonda.
Jalur tersebut direncanakan membentang dari sekitar kawasan Depok Town Square hingga restoran Spesial Sambal dan melayani kendaraan dua arah melalui jalur cepat.
Selain itu, terdapat rencana akses sepanjang sekitar 300 meter dari Jalan Ir. H. Juanda menuju Jalan Margonda dengan sistem satu arah.
Dalam tahap perencanaan, nilai pembangunan flyover pernah diperkirakan berada pada kisaran Rp250 miliar hingga Rp275 miliar.
Perbedaan angka tersebut berasal dari estimasi yang disampaikan pada tahapan perencanaan yang berbeda.
Portal resmi Pemkot Depok pada November 2025 mencatat estimasi sekitar Rp275 miliar. Sementara itu, Dinas PUPR sebelumnya menyebut sekitar Rp250 miliar.
Pemkot juga sebelumnya mengkaji skema pembiayaan melalui pinjaman daerah bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Underpass Citayam direncanakan untuk menangani kepadatan di kawasan perlintasan kereta api.
Perlintasan ini menghubungkan wilayah Depok dengan Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya menyatakan proyek tersebut perlu dilaksanakan secara kolaboratif.
Hal ini karena lokasinya berada di kawasan perbatasan dan digunakan oleh masyarakat dari kedua daerah.
Pemkot Depok disebut telah menyiapkan sekitar Rp80 miliar untuk pembebasan lahan di sisi Depok.
Pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan penting sebelum konstruksi dapat dilakukan.
Pembangunan fisik underpass direncanakan menjadi bagian kontribusi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dalam Musrenbang RKPD 2027, nilai konstruksinya diperkirakan mendekati Rp200 miliar.
Underpass tersebut diproyeksikan menghilangkan konflik langsung antara kendaraan dan perjalanan kereta di perlintasan sebidang.
Ini sekaligus mengurangi antrean kendaraan yang selama ini terjadi di Jalan Raya Citayam.
Target terbaru 2027 ini memperbarui rencana pembangunan Flyover Margonda yang pada tahap perencanaan sebelumnya sempat diarahkan untuk dikerjakan pada 2026.
Gubernur Dedi Mulyadi pada akhir Agustus 2026 kembali menegaskan rencana pembangunan kedua proyek tersebut pada tahun depan.
Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Depok juga merencanakan peningkatan ruas jalan dari Bundaran Universitas Indonesia menuju Jalan Ir. H. Juanda.
Kesiapan konstruksi Flyover Margonda kini terutama berada pada tahapan perencanaan dan pembiayaan.
Sedangkan jadwal Underpass Citayam juga akan ditentukan oleh kecepatan penyelesaian pembebasan lahan di Depok dan Kabupaten Bogor.


