HARIANEXPRESS, DEPOK – Sebanyak 613 atlet dari 10 provinsi dan 107 kontingen meramaikan Kejuaraan Nasional Pencak Silat Championship 2026 di GOR Depok pada 11-12 Juli 2026.
Kejuaraan berskala nasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Gunadarma, IPSI Kota Depok, KONI Kota Depok, dan ASCOPS sebagai pelaksana.
Ajang ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas atlet sekaligus mengukur kemampuan mereka sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Ketua Panitia, Hery Haryadi, menyampaikan bahwa 613 atlet tersebut terdiri dari 391 putra dan 222 putri yang bertanding dalam lima kategori.
Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, Bengkulu, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Bali.
Sekretaris Umum IPSI Kota Depok sekaligus Founder Go Silat Indonesia, Dedi Setiawan, menegaskan dukungan penuh terhadap kejuaraan ini.
“Paling utamanya di ajang ini adalah, kita mau dari kejuaraan silat ini bisa menjalin dan mempererat silaturahmi antar pesilat di seluruh kontingen atau perguruan di Indonesia. Sekaligus, kita juga ingin melahirkan generasi bibit muda atlet silat agar nantinya mereka berani tampil dan berprestasi,” ujar Dedi Setiawan (Sekretaris Umum IPSI Kota Depok dan Founder Go Silat Indonesia) di GOR Kota Depok, Sabtu (11/7/2026).
Ia juga menambahkan bahwa empat atlet IPSI Kota Depok turut bertanding di nomor jurus tunggal.
Mereka dipersiapkan khusus untuk tampil pada Porprov Jawa Barat 2026.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kejuaraan nasional ini.
Ia menekankan pentingnya ajang ini sebagai bagian dari upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
“Manfaatkan momentum ini sebagai persiapan terbaik khususnya bagi atlet asal Depok. Kita akan menghadapi event besar Porprov Jabar di bulan November 2026 nanti, serta Popda untuk atlet usia sekolah tahun depan. Ini adalah kesempatan emas untuk mengasah kemampuan sebelum berlaga di level yang lebih tinggi,” kata Eko Herwiyanto (Kepala Disporyata Kota Depok) pada kesempatan yang sama.
Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar di Depok akan semakin meningkatkan kesiapan atlet maupun penyelenggaraan event olahraga.
Wakil Dekan III Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, Muhammad Fakhrurrozi, menyatakan kebanggaannya atas inovasi mahasiswanya.
Ia melihat kegiatan ini sebagai wadah mahasiswa belajar berorganisasi sekaligus aktif memelihara budaya asli Nusantara.
“Kami sangat bangga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar berorganisasi, tetapi juga ikut aktif memelihara budaya asli Nusantara, yaitu pencak silat. Ini adalah langkah luar biasa bagi pengembangan karakter mahasiswa,” ungkap Muhammad Fakhrurrozi (Wakil Dekan III Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma) kepada awak media disela acara.
Fakhrurrozi juga berharap semangat kompetisi yang telah terbangun dapat terus dijaga keberlangsungannya.
Ia mendorong pengembangan skala acara agar lebih luas, termasuk untuk cabang olahraga lainnya seperti basket atau badminton.
Potensi ASCOPS untuk merambah ke bidang seni seperti fotografi juga ditekankan demi wadah kreativitas yang semakin lengkap dan bermanfaat bagi generasi muda.
Sumber & Referensi
- https://www.beritautama.co.id/olahraga/51217360784/ratusan-atlet-ramaikan-pencak-silat-championship-2026-di-depok
- https://www.inijabar.com/2026/07/ratusan-pesilat-dari-10-provinsi.html
- https://www.instagram.com/p/DapyWelysCn/
