HARIANEXPRESS, DEPOK – Bunga Tabebuya beragam warna kini bermekaran di ruas jalan utama Kota Depok, sukses mempercantik pemandangan kota dan menjadi bagian program penghijauan.
Keindahan bunga Tabebuya dengan gradasi warna kuning, merah muda, dan putih ini dapat dinikmati di Jalan Margonda, Juanda, Kartini, hingga kawasan Grand Depok City (GDC).
Fenomena visual yang memikat perhatian masyarakat ini adalah hasil nyata dari program penghijauan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.
Program DLHK ini berlandaskan pengembangan konsep Urban Aesthetics Blueprint (Blueprint Keindahan Kota) untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya teduh secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Inisiatif ini bertujuan menjadikan Depok lebih hijau, teduh, dan nyaman untuk semua.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengungkapkan bahwa mekarnya bunga Tabebuya membuktikan komitmen pemerintah.
“Ini merupakan hasil dari komitmen kami dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya teduh secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai estetika,” ujar Reni Siti Nuraeni (Kepala DLHK Kota Depok) dikutip dari berita.depok.go.id, Senin (06/07/26).
Reni menambahkan, langkah ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan Kota Depok yang asri dan berwawasan lingkungan. Perencanaan matang dan terukur dilakukan untuk mencapai keindahan visual tersebut.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menjelaskan penanaman pohon dilakukan dengan perencanaan strategis.
“Penanaman tabebuya bukan sekadar menambah pohon di ruang publik. Ini merupakan bagian dari blueprint keindahan kota yang kami susun agar setiap penanaman memiliki tujuan yang jelas, baik dari sisi estetika, fungsi ekologis, maupun keamanan infrastruktur,” jelas Tri Sakti Anggoro (Kepala Bidang TLK DLHK Kota Depok).
Tri Sakti juga menjelaskan bahwa penempatan Tabebuya di median jalan memiliki fungsi ganda bagi pengendara dan lingkungan.
Keberadaannya dirancang menciptakan panduan visual sekaligus memperkuat identitas jalan-jalan utama Kota Depok sebagai koridor hijau yang modern dan estetik.
Pemilihan Tabebuya didasarkan pada konsep silvikultur urban atau pengelolaan vegetasi yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan perkotaan.
Pohon ini memiliki daya adaptasi tinggi terhadap “urban stress” seperti polusi udara dan suhu panas aspal.
Selain itu, akar Tabebuya bertipe tunggang sehingga dinilai aman bagi infrastruktur, tidak mudah merusak trotoar atau konstruksi jalan lainnya.
Pohon ini juga memiliki fungsi ekologis besar dengan tajuk dan daunnya yang mampu menyerap karbon dioksida.
Kemampuan tersebut membantu mereduksi suhu udara di sekitar kawasan jalan, menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.
Kehadiran bunga ini juga membuat koridor jalan lebih nyaman dipandang, terutama saat musim kemarau ketika bunganya bermekaran.
Warga diimbau untuk turut menjaga dan merawat tanaman serta fasilitas publik yang telah ada.
Hal ini penting agar keindahan Tabebuya dapat terus dinikmati oleh seluruh warga Depok.

