Kamis, 03 September 2026
Hot

Gangguan IPA Citayam Berdampak pada 30 Ribu Pelanggan PDAM Depok

Kabel power terbakar di IPA Citayam menyebabkan 30 ribu pelanggan PDAM Depok mati air sejak Selasa. Perbaikan rampung, namun distribusi masih bertahap.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS, DEPOK – Aliran air PT Tirta Asasta Depok mati sejak Selasa (1/9/2026) sore, berdampak pada sekitar 30 ribu pelanggan akibat kabel power terbakar di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Citayam. Kamis (3/9/2026)

Perbaikan kabel power di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Citayam telah rampung pada Rabu (2/9/2026), namun distribusi air ke rumah warga masih berlangsung secara bertahap.

Hingga Kamis pagi (3/9/2026), belum ada pengumuman resmi yang memastikan normalisasi 100 persen seluruh wilayah terdampak.

Gangguan distribusi air bersih ini terjadi sejak Selasa (1/9/2026) sore, menyebabkan sekitar 30 ribu pelanggan PT Tirta Asasta Depok kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Article ad in the middle of article

Penyebab utama gangguan adalah terbakarnya kabel power di IPA Citayam yang menghentikan seluruh operasi pompa pengolahan dan distribusi air.

“Peroses perbaikan kabel power telah rampung dikerjakan, dalam waktu dekat air akan kembali mengalir ke rumah warga,” ujar Sudirman, Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok melalui Sekretaris Perusahaan, Hariyadi, Rabu (02/09/2026), kepada Tirta Asasta Depok.

“Khususnya bagi pelanggan yang berada di wilayah terdekat, proses normalisasi pengaliran diperkirakan membutuhkan waktu 3 jam, dan untuk pelanggan dengan lokasi terjauh membutuhkan waktu 6 jam,” paparnya, seperti dikutip Tirta Asasta Depok.

Seorang pelanggan bernama Tama di Perumahan Permata Depok mengeluhkan air tidak mengalir sejak Selasa sore hingga Rabu pagi, menyebabkan kesulitan untuk memasak, mencuci, dan memandikan anak sekolah.

Warga lain di Beji, Suterisna, juga menyatakan tidak ada pemberitahuan dari PDAM Tirta Asasta mengenai gangguan ini.

“Tanggung jawab PDAM seperti apa ini seharusnya ada tanggung jawabnya, sebagai pengguna aja kalau telat bayarnya kena denda diatas Rp 15 ribu,” tegas Tama, Rabu (2/9/2026), kepada Liputan6.com.

“Saya dari jam empat sore kemarin nggak ngalir air PAM. Nggak sempat nampung air, jadi beli galon buat buang air kecil dan BAB,” kata Lia, Rabu (2/9/2026), seperti dikutip Gebrak.id.

PT Tirta Asasta Depok telah mengerahkan 15 mobil tangki untuk menyalurkan sekitar 90 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak sebagai solusi sementara.

“Kami memahami gangguan yang terjadi karena air sangat dibutuhkan masyarakat dan kami meminta maaf kepada pelanggan, serta berupaya melakukan perbaikan secara maksimal,” pungkas Sudirman, kepada Liputan6.com.

Meskipun perbaikan telah selesai dan distribusi dimulai bertahap, beberapa laporan warga pada Rabu malam menyebutkan air yang keluar sempat keruh setelah perbaikan, seperti dikutip Arah Pena.

Pelanggan yang masih mengalami gangguan dapat menyampaikan laporan melalui layanan resmi Tirta Asasta Depok.

Article ad after last paragraph