HARIANEXPRESS, DEPOK – DPUPR Depok lanjutkan normalisasi Kali Pesanggrahan di Sawangan guna perbesar kapasitas aliran serta kurangi risiko banjir. Kamis (3/9/2026)
Pekerjaan normalisasi Kali Pesanggrahan masih berlangsung hingga Rabu (2/9/2026). Alat berat terlihat beroperasi di sekitar Jalan Mawar, RT 001/RW 04, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro pada 24 Agustus 2026, menjelaskan pekerjaan dimulai dari bagian hilir, tepatnya sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Peninjauan lapangan juga dilakukan menindaklanjuti arahan Wali Kota Depok Supian Suri.
“Target kita dasarnya empat meter, kemudian ke atas itu 10 meter untuk memperluas daya tampung dengan kemiringan 45 derajat,” ujar Yodi Joko Bintoro (Kepala DPUPR Kota Depok) pada Senin, 24 Agustus 2026.
“Atas perintah pimpinan, Pak Wali Kota, kemarin kita mengevaluasi keberadaan jalan yang menghubungkan Kecamatan Sawangan dan Cipayung, utamanya trase Kali Pesanggrahan,” ujarnya.
Pekerjaan normalisasi ini dilakukan setelah kawasan sekitar Cipayung dan Pasir Putih berulang kali terdampak luapan air.
Pada tahap awal penanganan Agustus lalu, normalisasi difokuskan pada ruas sekitar 400 meter.
Ratusan personel Satgas Air bersama alat berat dikerahkan untuk mengangkat lumpur dan material yang menghambat aliran.
Jembatan Jalan Mawar yang sebelumnya tak dapat dilalui, kini kembali dibuka untuk aktivitas warga.
“Responnya sudah sangat luar biasa dari masyarakat, sampai melakukan pembersihan sendiri lumpur-lumpur ini,” tutur Yodi Joko Bintoro kepada Indoraya Today.
Pekerjaan normalisasi tersebut menargetkan periode penyelesaian sekitar 75 hari.
Lebar Kali Pesanggrahan yang sebelumnya bervariasi sekitar 4,5 hingga 12,5 meter ditata agar penampang aliran menjadi lebih optimal.
DPUPR Depok juga masih mengkaji penataan akses jalan di kawasan tersebut. Hal ini termasuk kemungkinan peningkatan jalan maupun pembuatan trase baru.
“Mekanismenya seperti apa, apakah peningkatan jalan, apakah kita merubah, membuat jalan baru dan sebagainya, nanti sedang kita jalani melalui kajian,” kata Yodi Joko Bintoro.


