HARIANEXPRESS, DEPOK – Sejumlah jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Kota Depok menggelar doa bersama untuk lima wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Kamis (10/9/2026)
Aksi solidaritas tersebut berlangsung di Depok Open Space, Balai Kota Depok, pada Kamis, 10 September 2026. Acara ini dihadiri oleh unsur Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Pewarta Foto Indonesia, dan Persatuan Wartawan Indonesia Kota Depok.
Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Rombongan tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, dengan kontak terakhir sekitar pukul 15.00 WIB.
Ketua IJTI Kota Depok, Iyung Rizki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan moral kepada rekan seprofesi yang menghadapi situasi darurat.
“Hari ini teman-teman jurnalis yang bertugas di Kota Depok ikut memberikan support kepada teman-teman kita yang masih hilang kontak di Selat Sunda. Ada dari PWI Kota Depok, IJTI, PFI,” ujar Iyung Rizki kepada Teropong News.
Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menambahkan bahwa keluarga besar pers turut merasakan empati yang mendalam atas kejadian ini.
“Kami hadir di sini untuk menyampaikan rasa empati kepada rekan-rekan jurnalistik yang telah hilang kontak semenjak 7 September 2026 saat bertugas meliput Gunung Anak Krakatau. Sampai saat ini mereka belum ditemukan,” kata Rusdy Nurdiansyah kepada Teropong News.
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra, serta Dandim 0508 Depok, Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo, turut hadir mengikuti kegiatan doa bersama tersebut.
“Musibah ini tidak hanya menjadi persoalan bagi keluarga maupun rekan seprofesi. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan empati di tengah masyarakat,” ujar Christian kepada radarjakarta.id.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses pencarian korban.
“Pejuang-pejuang jurnalis ini termasuk memperjuangkan kemerdekaan pers yang sudah tercantum dalam Undang-Undang Pers,” kata Dwi Pambudo kepada radarjakarta.id.


